Alumni PPG SM-3T Angkatan III Prodi PPKn UNY

Foto Bersama Rektor UNY Selepas Penyerahan Sertifikat Pendidik Kepada Peserta PPG Pasca SM-3T angkatan 3 Tahun 2015

Guru Garis Depan Provinsi Kepulauan Riau

GGD dan Gubernur Kepri Foto Bersama Selepas Penyerahan SK CPNS di Batam , TMT 01 Agustus Tahun 2017.

Prajabatan Tenaga Pendidik (GGD) dan Kesehatan (Bidan) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018

Foto Bersama Pengelola BAPELKES Batam dengan Peserta Diklat Prajabatan Tahun 2018.

Penyerahan SK 100% PNS GGD KEPRI

Foto Bersama TIM 7 GGD KEPRI saat Penyerahan SK 100%.

Showing posts with label Materi Kelas XII. Show all posts
Showing posts with label Materi Kelas XII. Show all posts

Saturday, February 29, 2020

Rangkuman Materi PPKn sesuai Kisi-Kisi US 2020

RANGKUMAN MATERI PPKN KELAS X
KD: 3.1
Menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara Indonesia:

KD: 3.2
Menelaah ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, serta pertahanan dan keamanan
Ketentuan UUD NRI Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, serta pertahanan dan keamanan

KD: 3.3
Menganalisis fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga Negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

KD: 3.4
Merumuskan hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

KD: 3.5
Mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

KD: 3.6
Menganalisis ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang ipoleksosbudhankam dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

KD: 3.7
Menginterpretasi pentingnya Wawasan Nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia


RANGKUMAN MATERI PPKN KELAS XI
KD: 3.1
Menganalisis pelanggaran hak asasi manusia dalam perspektif Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

KD: 3.2
Mengkaji sistem dan dinamika demokrasi Pancasila sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

KD: 3.3
Mendeskripsikan sistem hukum dan peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

KD: 3.4
Menganalisis dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

KD: 3.5
Mengkaji kasus-kasus ancaman terhadap Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dan strategi mengatasinya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

KD: 3.6
Mengidentifikasikan faktor pendorong dan penghambat persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia


RANGKUMAN MATERI PPKN KELAS XII
KD: 3.1
Menganalisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

KD: 3.2
Mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian
Praktik perlindungan dan penegakan hukum di Indonesia

KD: 3.3
Mengidentifikasi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

KD: 3.4
Mengevaluasi dinamika persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Untuk menampilkan rangkuman materi yang terdapat pada setiap KD di atas, silahkan klik tulisan yang berwarna biru (sudah di linkkan ke materi). Rangkuman materi di atas, telah disesuaikan dengan kisi-kisi merdeka soal ujian sekolah berbasis komputer/android yang dapat didownload (DISINI).

Wednesday, January 22, 2020

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK

Rangkuman Matei PPKn Kelas XII Bab 3

Pengaruh Kemajuan IPTEK terhadap NKRI

B. Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK
Manusia dalam kehidupan di dunia tidak terlepas dari yang namanya IPTEK, karena dapat membantu dan mempermudah segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Namun, adanya perkembangan IPTEK juga kerap menimbulkan dampak negatif. Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mempunyai sikap yang tegas terhadap kemajuan iptek ini. Ada tiga alternatif sikap yang bisa diambil oleh bangsa kita dalam menghadapi kemajuan IPTEK.
Pertama, menolak dengan tegas semua pengaruh kemajuan IPTEK dalam semua aspek kehidupan. 
Kedua, menerima sepenuhnya pengaruh tersebut tanpa disaring terlebih dahulu.
Ketiga, bersikap selektif terhadap pengaruh tersebut, yaitu kita mengambil hal-hal positif dari kemajuan iptek dan membuang halhal negatifnya.

Dari ketiga alternatif tersebut, sikap terbaik yang mesti kita ambil adalah sikap selektif. Dengan sikap seperti itu, kita dapat mengambil keuntungan dari kemajuan iptek dan terhindar dari dampak buruknya, karena semua pengaruh kemajuan iptek yang kita terima telah melalui proses penyaringan terlebih dahulu. Adapun alat penyaringnya adalah Pancasila. Nilai-nilai Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang dapat diterima oleh semua kalangan sehingga dapat dijadikan benteng yang kukuh dalam menghadang pengaruh negatif dari kemajuan iptek dengan berpegang pada prinsip moral.

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Politik
Ada empat hal yang selalu dikedepankan pada saat ini dalam bidang politik, yaitu demokratisasi, kebebasan, keterbukaan dan hak asasi manusia. Apabila suatu negara tidak mengedepankan empat hal tersebut, akan dianggap sebagai musuh bersama. Selain itu, sering dianggap sebagai teroris dunia serta akan diberikan sanksi berupa embargo (perintah suatu negara untuk membatasi perdagangan atau pertukaran dengan negara tertentu) dalam segala hal yang menyebabkan timbulnya kesengsaraan seperti kelaparan, konflik, dan sebagainya. 

Sebagai contoh, Indonesia pernah diembargo oleh Amerika Serikat, yaitu tidak memberikan suku cadang pesawat F-16 dan bantuan militer lainnya, karena pada waktu itu, Indonesia dituduh tidak demokratis dan melanggar hak asasi manusia. Sanksi tersebut hanya diberlakukan kepada negara-negara yang tidak menjadi sekutu Amerika Serikat, sementara sekutunya tetap dibiarkan meskipun melakukan pelanggaran. Misalnya Israel yang banyak membunuh rakyat Palestina dan menyerang Lebanon tetap direstui tindakannya tersebut oleh Amerika Serikat.

Di sisi lain, isu demokratisasi yang sekarang menjadi acuan utama bagi eksistensi suatu negara sebenarnya secara tidak langsung telah menutup mata kita terhadap mana yang benar dan yang salah. Segala sesuatu peristiwa selalu dikaitkan dengan demokratisasi. Akan tetapi, demokratisasi yang diusung adalah demokrasi yang dikehendaki oleh negara-negara adidaya yang digunakan untuk menekan bahkan menyerang negara-negara berkembang yang bukan sekutunya. Akibatnya, selalu terjadi konflik kepentingan yang pada akhirnya mengarah pada pertikaian antarnegara.

Permasalahan di atas dapat ditaati oleh Indonesia apabila menerapkan paham demokrasi Pancasila. Melalui paham inilah akan tercipta pemerintahan yang kuat, mandiri dan tahan uji serta mampu mengelola konflik kepentingan yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan apalagi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang pluralistik, dapat memperteguh wawasan kebangsaannya melalui sebagian Bhinneka Tunggal Ika. 

Bangsa Indonesia harus mampu menunjukkan eksistensinya sebagai negara yang kuat dan mandiri, namun tidak meninggalkan kemitraan dan kerjasama dengan negara-negara lain dalam hubungan yang seimbang, saling menguntungkan, saling menghormati, dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing. Untuk mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia harus segera mewujudkan hal-hal sebagai berikut.
  • Mengembangkan demokratisasi dalam segala bidang.
  • Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik.
  • Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan fungsi dan peranannya secara baik dan benar. 
  • Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  • Menegakkan supremasi hukum.
  • Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional.
Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Ekonomi
Sebenarnya sebelum menyentuh bidang politik, kemajuan IPTEK lebih dahulu terjadi pada bidang ekonomi seiring dengan berkembangnya proses globalisasi ekonomi. Sejak digulirkannya liberalisasi ekonomi oleh Adam Smith sekitar abad ke-15, telah melahirkan perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan aktivitas perdagangannya ke berbagai negara. Mulai abad ke-20, paham liberal kembali banyak dianut oleh negara negara di dunia terutama negara maju. Hal ini membuat globalisasi ekonomi makin mempercepat perluasan jangkauannya ke semua tingkatan negara mulai negara maju sampai negara berkembang seperti Indonesia.

Kenyataan yang terjadi, globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negara-negara maju. Sementara negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan kesempatan untuk memperkuat perekonomiannya. Negara-negara berkembang semacam Indonesia lebih sering dijadikan objek yang hanya bertugas melaksanakan keinginan-keinginan negara maju. Keberadaan lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank) dan WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepentingan negara-negara berkembang. 

Sistem ekonomi kerakyatan adalah senjata ampuh untuk melumpuhkan pengaruh negatif dari kemajuan IPTEK dan memperkuat kemandirian bangsa kita dalam semua hal. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu kiranya segera diwujudkan hal-hal di bawah ini:
  • Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri sehingga memperkuat perekonomian rakyat.
  • Pertanian dijadikan prioritas utama karena mayoritas penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani.
  • Industri-industri haruslah menggunakan bahan baku dari dalam negeri, sehingga tidak bergantung impor dari luar negeri.
  • Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Artinya, segala sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak, haruslah bersifat murah dan terjangkau.
  • Tidak bergantung pada badanbadan multilateral seperti pada IMF, Bank Dunia, dan WTO.
  • Mempererat kerja sama dengan sesama negara berkembang untuk bersama-sama mengahadapi kepentingan negara-negara maju.
Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Sosial Budaya
Dalam bidang sosial budaya, kemajuan IPTEK telah membawa pengaruh dalam perilaku yang ditampilkan oleh setiap masyarakat. Di antara pengaruh tersebut adalah dalam hal gaya hidup, gaya pakaian, dasar ikatan hidup bermasyarakat, dan semakin mudahnya mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. Tiga hal yang disebutkan pertama, cenderung memberikan pengaruh yang negatif. Oleh karena itu, kita harus membentengi diri dengan nilai-nilai yang selama ini sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yaitu nilai-nilai Pancasila. Adapun pengaruh yang disebutkan terakhir cenderung memberikan keuntungan bagi bangsa kita. Oleh karena itu, kita perlu mengadopsi hal tersebut dengan tidak mengabaikan nilai-nilai jati diri bangsa kita.

Kemajuan IPTEK salah satunya ditandai dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar hal tersebut bersifat positif dan dapat diserap kedalam budaya kita sehari-hari, maka perlu mengusahakan perubahan nilai dan perilaku, antara lain:
  • Terbuka terhadap inovasi dan perubahan.
  • Berorientasi pada masa depan daripada masa lampau.
  • Dapat memanfaatkan kegunaan IPTEK.
  • Menghargai pekerjaan sesuai dengan prestasi.
  • Menggunakan potensi lingkungan secara tepat untuk pembangunan berkelanjutan.
  • Menghargai dan menghormati hak-hak asasi manusia.
Jadi, sikap selektif terhadap dampak kemajuan IPTEK dapat dipertegas salah satunya dengan meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional seperti;
  • Meningkatkan kualitas SDM baik dalam hal pendidikan, drajat kesehatan, dan tingkat kesejahteraan
  • Meningkatkan komoditas ekonomi yang mutu, jumlah, pasokan, dan harganya bersaing
  • Perbaikan perangkat hukum yang mengabdi pada kepentingan nasional untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara sendiri bukan kepentingan asing.
Selamat, Anda sudah membaca materi secara keseluruhan di bab 3 ini. Selanjutnya, silahkan lakukan evaluasi bersama guru yang bersangkutan dan latih kemampuanmu dengan mengerjakan soal-soal tentang pengaruh kemajuan IPTEK.

Tantangan dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Ringkasan Materi PPKn Kelas X Bab 5

Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

C. Tantangan dalam Menjaga Keutuhan NKRI
Fenomena global masih mengetengahkan penguatan nilai-nilai universal yakni demokrasi dan hak asasi manusia. Bersamaan dengan itu isu lingkungan hidup dan dampak pemanasan global memunculkan persoalan serius yang memerlukan respons secara internasional. 
Pemanasan global telah berdampak terhadap perubahan musim yang tidak menentu yang mengancam kehidupan manusia dalam bentuk ancaman kelaparan, wabah penyakit dan bencana alam yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan.

Peta keamanan global menempatkan terorisme menjadi ancaman global. Penggunaan kekuatan militer oleh suatu negara ke wilayah negara lain mengancam kedaulatan dan kehormatan suatu negara berdaulat. Masalah perbatasan juga merupakan sumber utama potensi konflik antarnegara seperti yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, Asia Tenggara, termasuk di perairan Natuna Utara Indonesia yang masih bersitegang dengan China.

Tantangan di lingkungan internal Indonesia adalah mengawal NKRI agar tetap utuh dan bersatu. Di sisi lain, ancaman terhadap kedaulatan masih berpotensi terutama yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, gangguan keamanan maritim dan dirgantara, gangguan keamanan di wilayah perbatasan berupa pelintas batas secara illegal, kegiatan penyelundupan senjata dan bahan peledak, masalah separatisme, pengawasan pulau-pulau kecil terluar, ancaman terorisme dalam negeri dan sebagainya.

Berdasarkan tantangan tersebut di atas, maka visi terwujudnya pertahanan negara yang tangguh dengan misi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta keselamatan bangsa harus terwujud. Pada dasarnya perumusan kebijakan umum pertahanan negara dilaksanakan Menteri Pertahanan Negara, sedangkan proses penetapannya dilaksanakan di tingkat Dewan Keamanan Nasional selaku Penasehat Presiden RI.

Tujuan nasional merupakan kepentingan nasional yang abadi dan menjadi acuan dalam merumuskan tujuan pertahanan negara, yang ditempuh dengan tiga strata pendekatan. 
Pertama, strata mutlak, dilakukan dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan bangsa Indonesia. 
Kedua, strata penting, dilakukan dalam menjaga kehidupan demokrasi politik dan ekonomi, keharmonisan hubungan antar suku, agama, ras dan golongan (SARA), penghormatan hak asasi manusia dan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
Ketiga, strata pendukung dilakukan dalam upaya turut memelihara ketertiban dunia. Untuk mencapai tujuan pertahanan negara tersebut, salah satunya diperlukan input sumber daya yang bagus dan optimal. Masyarakat menuntut TNI untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan nasional, tetapi input masyarakat secara intelektual, moral dan mental lemah akan sangat kesulitan mewujudkannya.

Silahkan lanjut membaca ke sub materi D (Peran Serta Warga Negara dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa).

Monday, January 13, 2020

Pengaruh Positif dan Negatif Kemajuan IPTEK bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Rangkuman Matei PPKn Kelas XII Bab 3

Pengaruh Kemajuan IPTEK terhadap NKRI

Tujuan Pembelajaran:
  1. Mengevaluasi potensi ancaman terhadap negara terkait kemajuan IPTEK dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
  2. Menunjukkan partisipasi dalam mengatasi berbagai macam ancaman yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa
A. Mengidentifikasi Pengaruh Kemajuan IPTEK terhadap NKRI
Perkembangan IPTEK kian semakin pesat, teknologi saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hadirnya teknologi sangat membantu segala aktivitas manusia disegala bidang melalui inovasi-inovasi yang telah dikembangkan di belahan dunia. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan IPTEK tentu akan memberikan pengaruh bagi kehidupan sebuah bangsa, baik yang positif maupun negatif dalam berbagai aspek.

Berikut adalah pengaruh positif dan negatif dari adanya kemajuan IPTEK dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan hukum, pertahanan, serta keamanan.

Aspek Politik
Dampak positif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek politik yaitu:
Keterbukaan
Dengan adanya keterbukaan akan mencegah praktik korupsi (penggelapan uang), kolusi (persekongkolan), nepotisme (mendahulukan kerabat) sehingga dapat menciptakan pemerintahan yang bersih, jujur, dan adil.
Demokrasi
Dengan adanya pemerintahan yang demokratis akan meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi politik rakyat dalam penentuan kebijakan publik oleh pemerintah.
Kebebasan yang bertanggungjawab
Dengan adanya kebebasan yang bertanggungjawab maka setiap orang dapat meningkatkan kualitas dirinya untuk berkreativitas.

Selain nilai-nilai diatas, dampak positif dari perkembangan IPTEK pada aspek politik adalah: penyelenggaraan e-goverment, meningkatkan hubungan diplomatik, adanya peranan besar rakyat dalam pengembangan pemerintahan, memperluas dan juga meningkatkan hubungan dan kerja sama antar daerah, informatif, adanya kontrol, mempermudahkan koordinasi, dan meningkatkan kemanan rahasia negara.

Dengan dilaksanakannya nilai-nilai keterbukaan, kebebasan, dan demokrasi akan menjadi alat kontrol yang efektif dan efisien terhadap keberlangsungan pemerintahan. Sehingga pada akhirnya akan terciptanya pemerintahan yang bersih, jujur, dan aspiratif. Tapi sebaliknya, jika tidak dapat menerapkan ketiga nilai tersebut maka akan muncul dampak negatif seperti berikut.
  • Cyber crime
  • Merongrong ideologi bangsa
  • Munculnya gerakan-gerakan radikalisme
  • Adanya sabotase dan spionase terhadap kerahasiaan negara
  • Kebebasan yang tidak bertanggungjawab menimbulkan adanya anarkisme
Aspek Ekonomi
Dampak positif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek ekonomi yaitu:
  • Mudah melakukan segala transaksi
  • Makin terbukanya pasar internasional
  • Meningkatkan kemakmuran masyarakat
  • Meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara
  • Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
  • Semakin meningkatnya investasi asing atau penanaman modal asing di negara kita
  • Mendorong para pengusaha untuk meningkatkan efisiensi dan menghilangkan biaya tinggi
Dampak negatif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek ekonomi yaitu:
  • Maraknya penyelundupan
  • Dibanjiri barang-barang dari luar negeri
  • Perekonomian negara dikuasai pihak asing
  • Timbulnya kesenjangan sosial karena persaingan bebas
  • Pemerintah hanya sebagai regulator pengatur ekonomi yang mekanismenya akan ditentukan oleh pasar
  • Sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi akan semakin berkurang dan koperasi makin sulit berkembang
Aspek Sosial Budaya
Dampak positif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek sosial budaya yaitu:
  • Akulturasi
  • Budaya lokal mendunia
  • Transformasi ilmu pengetahuan yang semakin pesat
  • Banyak belajar dari negara maju untuk dikembangkan di negara sendiri
Dampak negatif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek sosial budaya yaitu:
  • Individual
  • Konsumtif
  • Hedonisme
  • Westernisasi
  • Kesenjangan
  • Ketergantungan
  • Pengklaiman budaya
  • Lunturnya nilai budaya asli dan nasionalisme
Aspek Hukum, Pertahanan, dan Keamanan
Dampak positif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek hukum, pertahanan, dan keamanan yaitu:
  • Demokratis
  • Penyampaian informasi lebih cepat
  • Keterbukaan akses informasi tentang hukum
  • Makin menguatnya supremasi dan kesadaran hukum
  • Meningkatkan kualitas persenjataan pertahanan dan keamanan yang lebih canggih
  • Menghasilkan kebijakan yang semakin memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat
  • Meningkatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum ubekerja secara profesional
  • Dapat menghalau serangan dan membekuk musuh dengan bantuan teknologi mutakhir
Dampak negatif dari perkembangan IPTEK terhadap aspek hukum, pertahanan, dan keamanan yaitu:
  • Cepat menyebarnya berita HOAX
  • Pertahanan dan keamanan negara dapat mudah dibobol dan disusupi
  • Munculnya perang dengan menggunakan senjata nuklir dan biologi
  • Peran masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan semakin berkurang
  • Anarkisme, terorisme, sparatis, dan radikalisme yang dapat mengganggu stabilitas nasional
Silahkan lanjutkan membaca pada sub materi B (Sikap Selektif terhadap Pengaruh IPTEK).

Wednesday, March 6, 2019

Download Modul Materi PKn sesuai dengan Kisi-Kisi USBN SMA Tahun 2018-2019


Alhamdulillah, segala puji penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat serta karunianya yang telah diberikan sehingga MODUL PKn KURIKULUM 2006 PEMANTAPAN USBN untuk Kelas XII telah terselesaikan.

Adapun maksud dan tujuan dibuatnya modul ini adalah untuk memantapkan persiapan bagi siswa/i kelas XII dalam menghadapi USBN tahun pelajaran 2018/2019. Selain itu, besar harapan supaya siswa/i kelas XII dapat lulus semua mata pelajaran yang di USBN kan terutama untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

Diharapkan mudul ini bisa bermanfaat khususnya untuk siswa/i kelas XII yang sebentar lagi akan menghadapi USBN. Penulis menyadari, bahwa modul ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, penulis menerima segala kritik untuk perbaikan dalam penulisan modul dikemudian hari.

Download Modul Materi PKn sesuai dengan Kisi-Kisi USBN SMA Tahun 2018-2019 (DISINI)